Selasa, 11 April 2006

Puncak Pembuktian Cinta

Menurutku, puncak pembuktian cinta oleh seorang lelaki kepada seorang perempuan pujaannya adalah bukan dengan menyatakan cinta (dalam bahasa gaul, nembak), dan kemudian memacarinya; tetapi dengan datang ke rumahnya untuk berbicara kepada orangtua dari perempuan yang dikasihinya, melamarnya, dan kemudian menikahinya. Itulah perbuatan sejati dari seorang lelaki yang mencinta.


Kalau memang kita cinta kepadanya, kenapa harus ada istilah pacaran? Proses saling menjajagi? Apa benar cinta semurah itu? Harus dijajagi dulu dengan proses pacaran, dan kalau tidak cocok, putus, lalu cari yang lain lagi? (bisa-bisa yang tersisa tinggal bekasnya orang nih). Aku jadi ingat semboyan 'habis manis sepah dibuang'.

Atau supaya bisa saling kenal dan saling tahu karakter diri masing-masing? Apa benar dengan pacaran itu bisa terwujud? Yea, tentu bisa, asal proses pacarannya gak ada bedanya dengan hubungan suami istri. Dodol! Kalau mau saling kenal dan tahu karakter masing-masing caranya ya menikah! Pasti berhasil tahu sampe detil-detilnya! Pacaran adalah tidak lebih dari 'sebuah proses hubungan antara lelaki dan perempuan yang tidak sah' dengan mengatasnamakan 'cinta' untuk memuaskan nafsunya. Nafsu kuda yang diperhalus!

Hanya saja aku kecewa, budaya bangsa kita di sini, terutama di wilayah timur ini begitu feodalis dan masih mengedepankan EGO dan GENGSI. Menikah dipersulit alias tidak mudah. Mau menikahi si A, orangtua harus dari keturunan 'darah biru'.. atau maskawin sekurang-kurangnya 40 juta.. atau minimal udah punya penghasilan tetap.. atau.. atau... Sistem bobrok..

Di masa kepemimpinan Umar, seorang pemuda sudah bisa menikahi gadis yang dikasihinya hanya dengan maskawin 'membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an'.

Adakah orang yang sependapat denganku di luar sana? Atau lagi-lagi hanya aku sendirian? - dream blog -

2 komentar:

Anonim mengatakan...

saya sepakat kalo pembuktian cinta dengan komitmen, tapi tidak dengan melembagakannya dalam institusi bernama pernikahan.

Imhaya mengatakan...

thx for da comment. tp setauku pernikahan itu bukan institusi bro...