Jumat, 06 Desember 2013

Underrated Bellers


I was determined to play against Chelsea. I had to play. I needed to play to help with my grief, to do something to try to escape what had happened.
There was a minute’s applause for Speedo before the game.
I stood in the line with the rest of the Liverpool players. I felt okay.
The Liverpool fans started singing his name.
It was real to me then and I started crying.
I’m a man’s man. I’m not supposed to cry.
I didn’t like Chelsea fans. I didn’t want to cry in front of them. But I couldn’t help it.
The Chelsea supporters didn’t sing his name, but I don’t expect that.
They’re not my cup of tea. They’re not the type of fans I’d want to play for.
‘I’m going to play fucking well tonight,’ I thought.
And Chelsea couldn’t get near me. It was one of the best games I have ever played. We won 2-0 and I set up both goals.
The game was easy after the two days I had just had. It was a performance worthy of Speedo’s memory.
Kenny brought me off 10 minutes from the end and gave me the biggest hug when I got to the touchline, which is typical of him.
Then I sat down on the bench, put a coat over my head and cried.

Craig Bellamy's Autobiography, Tribute to Gary Speed

Jumat, 29 November 2013

Berguru‬ Pada Ikan

Busuknya ikan dimulai dari kepala, bukan ekor. Pemimpin harus sadar posisi.

Berenang di kolam besar sebagai ikan kecil, atau berenang di kolam kecil sebagai ikan besar. Pilihan di tangan kita, besarnya mau seperti apa.

Bagai ikan laut terdampar ke sungai, bagai ikan tawar terasing dilaut. Habitat hidup, menentukan gairah hidup.

Meski ikan laut hidup di air asin, tapi dagingnya dimakan tak jadi asin. Meski ikan laut hidup di air asin, tapi perlu usaha untuk disebut ikan asin.

Menjadi berarti lebih dari yang dikenal, berusaha lebih dari yang ada.

Hiduplah, dan berhenti menjadi sekedar ada.

Di kolam yang baru, di kolam yang baru.

Jumat, 22 November 2013

Tangga Menuju Surga

Tangga batu, kering berdebu. Mendaki merayapi tebing terjal, puncaknya lenyap berselimut awan.
Tangga batu, pecah dan longsor. Ditaburi pasir dan kerikil. Tangga batu, menuju surga.

Seorang muda mendaki menapaki batu-batunya, menjejakkan kaki di permukaan tiap bongkahan batu. Batu tajam melukai kulit terbakar matahari, diliapisi peluh dan debu, bebatuan tergelincir dari tempatnya - menjegal tubuh terperosok di tepian curamnya jurang. Anak tangga demi anak tangga, langkah demi langkah, memacu detak jantung dan nafas yang semakin tersengal.

Ini adalah tangga menuju surga. Tangga bagi dia yang ingin mendapatkan surga di puncak tertinggi yang hilang tertutup awan. Tangga bagi dia yang berani menapaki batu-batunya yang tua dan rapuh, yang ingin mengejar mimpi-mimpi terliar tentang surga.

Cakrawala merendah dan kemudian menghilang dalam kabut, debu dan batu membeku dalam kekeringan. Kaki yang terluka terus bergerak, bersama tangan menyeret badan merayap di antara bongkahan-bongkahan kaku. Memasuki awan mendekati puncak menjelang akhir tangga menuju surga, di puncak tebing yang menyentuh langit.

Ia tak lagi tampak muda. Dengan segala luka, debu, keringat, dan kotor yang membalut tubuhnya. Keriput menghiasi wajah yang tegar dan keras. Seorang manusia yang telah menempuh perjalanan jauh, melintasi batas hidup dan mati, mempertaruhkan jiwa, untuk mencapai surga. Kini di sanalah ia, berdiri terpaku di hadapan ujung tebing, di puncak terselimut awan. Menatap kekosongan langit dan sebongkah batu dengan gurat huruf-huruf.

"Mengapa kau cari surga?

Tidak ada surga di sini.

Ciptakan dan bangunlah surga di bawah sana."

Minggu, 08 September 2013

Di Satu Sisi

Di satu sisi...
Dia model, cantik dan sexy. Anak mentri ini jadi bintang iklan produk mahal, gaulnya bukan TA, bukan PIM, tapi sebulan 2 kali nyebrang selat ke daratan singapura. Pakean jelas bermerek, made in indonesia hanya jadi kain pel saja. Kosmetik dan parfum Perancis, oleh-oleh mama tiap beberapa minggu. Warna bosen, harum ganti mode, atau merk udah ketinggalan, stock selalu bertambah, yang bikin penuh meja rias jelas adanya di tempat sampah. Sepatu, sandal delapan ratus keatas, delapan ratus-pun hanya 3 hari dipakai - malu. Sim A BMW atau Mata Baru tinggal pilih gantian bawa sama sopir pribadi lagi suka dipakai. Cantik, cantik, cantik. Sexy bikin perempuan lain ngaceng mata, dan bikin darah laki-laki muda mengalir deras seperti selokan di puncak meskipun darah laki-laki muda itu mengalir di pembuluh berumur 70 taun. Dia kuliah ekonomi, pintar, pintar memakai duit untuk mengoreksi daftar nilai. Ibu pengangguran bapa jendral bintang tiga, kuliah terjamin. Modal tampang kepala kosong jadi bintang iklan karena tampang dan kaya karena si bapak.

Di satu sisi...
Tuh cowok duduk di pinggir ranjang sprei putih - kusut. Bungkuk, batangan racun nikotin nancep di mulut, Marlboro original. Keringet turun di jidad, ke pipi, dada, perut, dia tanpa busana, bugil, telanjang. Tangannya megang penis, ngegulung lateks putih sisa pakai perang ranjang entah keberapa kali dengan ABG-ABG cantik hasil modelling. Di pinggir ABG cantik ketiduran capek, bayaran kagak penting, yang penting saling servis. Shopping ratus atau juta sudah biasa. Bapak ni cowok pengusaha minyak, jualan minyak tanpa pajak, tanpa bagi-bagi pemerintah; mentah-mentah masuk ke tanker asing. Uang segar masuk account bank di swiss. Uang jajan tiap bulan mengalir deras, jauh lebih deras dari aliran darah seorang perempuan yang sedang horny. Dan jajan-nya juga macem-macem. Cowok muda bekel ijazah SMU punya apartemen dan audi sendiri. Bikin duit sih kagak bisa, nyari apalagi, cuma nungguin duit ngocor dari toke - bapanya sendiri. Raja striker penjebol gawang ABG dengan kepala kosong yang rajin dicuci kramas di salon dan trendy kayak kambing mau disembelih.

Di satu sisi...
Malem minggu janjian temen ketemu di diskotik. Ni cewek dengan dianter supir pribadinya yang fasih menyupir jaguar. Cewek keluaran Pondok Indah jalan dengan sepatu hak tinggi - banget dan rok mini kurang bahan hingga tinggal singkap dikit terlihat sudah. Payudara baru jadi dipampangin kayak bumper big foot, make up seadanya apa yang ada di meja rias, secukupnya cukup untuk bikin toko bordir di depok pinggiran bangkrut kalau disuruh bayarin. Jalan asik dengan pacar laki-laki terbitan Kelapa Gading yang juga belum tau rasanya digamparin duit negatif. Yang dia tau cuma 4 hal yang bisa bikin harganya naik banyak: gaul, nyupir bmw, diskotik, dan bagaimana cara nyolokin penis ke lubang yang tepat. Kebaktian penutup di hotel atau mobil goyang jika tak tahan. Bapa-bapa mereka orang-orang berotak, cuma salah merilis anak tanpa otak yang bisanya cuma 4 hal tadi dengan perbedaan pada hal ke-empat, yang satu nyolok di lubang yang tepat, yang satu dicolok di lubang-lubang yang tepat.

Di satu sisi...
Jam satu malem, nongkrong di depan komputer. Bengong, cemberut ngeliatin layar monitor dengan musik mengalun pelan-pelan. Di dalem kamar mewah sekelas hotel bintang 5 setengah. CPU nyambung ke kotak dan kotak nyambung ke kabel dan nyambung lagi entah ke mana, broadband. Semaleman ngubek-ngubek bokep dari internet, tidak dicangkul, tidak dibajak, tapi dikeruk pake supertruck. Sekalian ngebuka yahoogroups, blogger, kaskus, bola, dan seterusnya. Pengusaha kaya emang, muda, cerdas, dan jujur. Hasil kerja keras belajar dan bekerja selama taunan. Hasil didikan keluarga yang baik, hasil tempaan keras tahan banting.

Di satu sisi...
Terbaring lemas, tangan terkulai dan perut agak buncit. Ibunya ketiduran di pinggirnya. Umur 6 taun dengan bibir sumbing dan busung lapar melanda tubuh. Belum lagi dengan kesembuhan dari leukimia yang menanti di ujung bulan, sembuh, sembuh untuk selama-lamanya, bahkan sembuh dari kehidupan. Lampu templok nempel di atas, nerangin dua manusia ini di dalam gubug kecil di pinggir Jakarta di pinggir rel kereta api dimana kakak dari anak itu diperkosa roda kereta api ekspress hingga hancur dan berceceran. Bapaknya ada jauh di luar, di dekat kota, sedang bengong di pinggir jalan memperhatikan sebuah truk. Truk yang roda banyak di atasnya - roda becak - becak hasil rampasan - demi keindahan dan kelancaran kota - keindahan dan kelancaran kota bagi orang kaya - orang kaya yang hidup demi dirinya sendiri. Dan tiga dari roda-roda itu dimiliki oleh Bapak yang sedang bengong. Kulit hitam dihajar ultraviolet sepanjang hari, urat keluar, otot besar, namun pipi kempot, dan mata sayu. Entah bagaimana nasib anaknya, untuk pulang kembali kerumahnya saja tidak tau bagaimana.

...

Di ratusan juta sisi lainnya...

Senin, 01 Juli 2013

Pak, Sembuhlah

Tiba-tiba sepi sekali bumi Allah ini ketika mendengar kabar Bapak sakit. Pertama dengar, spontan pengen langsung ke bandara beli tiket trus terbang ke rumah. Ninggalin semuanya yang ada di kota ini, yang entah mengapa, semua yang ada di sini -kerjaan, keluarga, teman, kehidupanku, semuanya- tiba-tiba menjadi kecil, menjadi gak berarti sama sekali.

Mendampingi dan merawatnya, mengantarnya ke dokter, membelikannya obat, mengontrol makan minumnya. Aku belum ngasih apa-apa ke Bapak, sama sekali. Bahkan aku udah lupa kapan terakhir kali aku sukses ngukir senyum di wajahnya.

Sembuhlah Pak, aku belum sanggup denger kabar yang lebih buruk lagi dari ini.

Minggu, 02 Juni 2013

Yang Tak Tersentuh Matahari

Kawan,

Sore itu hatiku kembali bising oleh sisa pertanyaanmu.

Kau bilang, aku tidak mencintai negeriku. Tidak ketika aku menolak untuk berkata 'ya' pada perangmu. Dan aku memang masih berkeras.

Tidak! Mana mungkin aku mencintai ibu negeri yang hidup dari menghisapi darah dan jiwa rakyatnya sendiri. Negeri yang lalu memutuskan memerangi kemiskinannya dengan cara menggusuri kemiskinan itu ke sisi yang tak tersentuh matahari.

Kamis, 25 April 2013

Doa Untuk Putraku

Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat
untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”.

Douglas Mc'Arthur

Selasa, 16 April 2013

The Smartest Slave

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah bahwa saya adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada."

"Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang akan datang kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja."

"Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim.

"Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi penganut ujian yang terhebat. Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik melakukan hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu."

"Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya-lah yang akan tersesat dalam kehidupan saya?"

"Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah rutinitas untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar."

Kamis, 14 Februari 2013

Fucklentine Day

Valentine Day kata mereka. Hari kasih sayang katanya. Hari penuh cinta.

Sungguh glamour idup mereka. Luar biasa mewah. Indah banget. Gak terjangkau. Seperti kehidupan dewa dewi yang sibuk bersenggama di atas langit sana. Warna pink dan warna merah, bentuk jantung dan sejenisnya, coklat batangan sampe kondom rasa coklat, rok mini baju ketat, hak tinggi dan G-string, lipstick dan segala jenis barang entah apa yang dicarut-marutkan di atas kulit muka para gadis itu.

Hari kasih sayang katanya. Hari penuh cinta. Tapi tidak begitu buat mereka yang ada di Muara Angke, nelayan-nelayan pinggiran yang semakin terpinggirkan, tergusur oleh kekuasaan atas nama pembangunan atas nama kemewahan dan keindahan kota demi mereka yang merayakan hari kasih sayang di hari ini. Buldozer merenggut rumah dan sekarang tinggal tenda darurat, pantai dan laut tempat menggantungkan leher direnggut untuk menyediakan komplek perumahan kelas atas atau mall-mall mentereng untuk ber-palentins-dei taun depan.

Tidak ada kasih sayang untukku. Tidak ada cinta untuk kami. Entah manusia yang sudah gila mungkin memang sudah tidak waras. Uang memperkosa cinta sampai mampus di hari ini, cinta yang tinggal seonggok mayat kering tanpa jiwa, mengkomersilkan dan menggadaikan cinta, melacurkannya hingga bisa dijual dalam bentuk lembaran-lembaran kertas pink berbentuk jantung, dikemas dalam blok-blok coklat, tanda kasih sayang katanya.

Dunia mencapai salah satu puncak ketololannya di hari ini. Kegilaan internasional. Sebuah wabah penyakit menular yang mempertolol dan mempergoblok umat manusia; menghasilkan lembaran-lembaran uang dan blok-blok emas, pemacu laju ekonomi, meningkatkan penjualan, memompa income, meledakkan profit, membuat modal beranak-pinak: Untuk kembali mengeksploitasi dan memperkosa kedunguan manusia di taun depan.

Sebuah ilusi luar biasa hebat yang membuat manusia berpikir bahwa dirinya telah mencurahkan rasa cinta dan telah berkasih-sayang pada orang lain, hari terkutuk di mana manusia telah sedemikian mempersempit dan menginjak-injak arti kata cinta dan kasih sayang hingga lebih rendah dan lebih busuk dari neraka yang paling jahanam.